Oktober 23, 2010

Menjadi Nak Bali (Bag 2)

Menjadi Nak Bali (Bag 2)

(melanjutkan dari artikel Menjadi Nak Bali (Bag 1))

Pilihan makanan di Bali sangat beragam mulai dari makanan Bali, makanan Indonesia lainnya, hingga hidangan internasional (Western/Chinese/Japanese/etc). Gue sempet makan siang dengan teman gue Erwin yang juga magang di tempat yang sama. Kita duduk nih di tempat yang disebut pujasera. Pujasera tuh semacam kantin. Makanan di pujasera ini ada bakso, ayam panggang, dan makanan laut. Si Erwin senang banget lihat koran lokal ini :D.

Ternyata, setiap Jumat terakhir di setiap bulannya, ada program happy hour dari perusahaan tempat gue magang. Kita punya akhir pekan pertama yang mantab di minggu pertama magang di Bali. Ada cupcakes, bir Bintang (bir kebanggaan kita semua :P), dan minuman ringan lainnya. Semua habis loh .

Sewaktu acara happy hour ini, semua staf didorong untuk berpartisipasi dalam menyanyi bersama, Kami para intern diharuskan bernyanyi karena kami dibilangin demikian. :D

Dreamland Beach (Pantai Dreamland/Kuta Baru)

Jadi, selama akhir pekan pertama, gue mencoba untuk menjelajah alias bolang ke Bali Selatan. Gue memilih untuk pergi ke Pantai Dreamland. Gue dibilangin kalau ada pantai dengan pasir emas sekitar Pecatu Indah Resort. Berbekal motor sewaan, gue nyetir motor ke arah selatan sampai ketemu perumahaan Griya Alam Pecatu yang mana merupakan jalur utama untuk pergi ke pantai Dreamland. Ketika gue sampai di perumahaan ini dan menyusuri jalan ke pantai, gue langsung dihadapkan dengan pemandangan garis langit yang memecah birunya air laut dan birunya langit.

Pantai Dreamland adalah pantai publik (namun tetap harus bayar parkir jika membawa kendaraan). Hanya sayangnya, gue gak terlalu suka keramaian dan pantai ini penuh waktu gue sampai.

Jadi, gue melipir ke area yang lebih sepi.

Lalu, bermain dengan ombak. Gue seharusnya pakai celana pendek dong daripada pakai celana jeans! Saltum aka salah kostum nih.

Banyak anak-anak yang bermain dengan ombak dan orang-orang mulai meninggalkan pantai ketika waktu matahari terbenam tiba. Gue sendiri tinggal dan menunggu waktu terbenam. Gak perlu lah buru-buru :D. Gak lama kemudian, waktu emas datang dan langit melukis dirinya sendiri.

Pengalaman yang mantab! Cuaca sempurna! Kamera gue seadanya (4MP), tapi loe bisa liat, ombaknya cukup mantab buat dinikmati bahkan untuk peselancar (bisa liat di gambar ga?).

Ajaibnya, orang-orang mulai "gak ada". Gue bisa dengan tenang menikmati deburan angin laut dan suara ombak yang menggulung ke pantai disertai pemandangan sekeren ini.

Jadilah ini suasana matahari terbenam di Pantai Dreamland! Mimpikah gue?

bersambung ke Menjadi Nak Bali (Bag 3 - Akhir)